Cari Blog Ini

Jumat, 21 Oktober 2011

cerpen "selamat jalan putra"


Senja itu terasa sangat indah. Lembayung berarak menuju peraduannya, burungpun berbondong-bondong kembali menuju sarangnya. Kuhampiri Bunda yang sedang duduk diteras depan.
“Ada apa sayang?”, tanyanya.
“Maha Suci Tuhan yang menciptakan alam ini. Indah sekali. Dan betapa Maha Pemurahnya Ia, kita hanya perlu menjalankan perintah dan menjauhi semua larangannya untuk membalas ini semua.”
“Maha Suci Tuhan yang telah memberi Bunda seorang putri yang cantik juga solehah sepertimu sayang.”
“Ah, Bunda terlalu melebih-lebihkan. Lana bangga mempunyai Bunda yang cantik juga baik seperti Bunda.”
“Terimakasih sayang. Hmm... bukankah sore ini seharusnya kau pergi kerumah Putra?”
“Oh,iya Bun. Hampir saja Lana lupa. Lana pergi bersiap dulu ya, Putra sudah janji akan menjemput Lana.”
“Iya sayang, lekaslah bersiap-siap.”                               
“Lana, Putra sudah sampai. Cepat sedikit sayang.” Kudengar suara Bunda memanggilku.
“Iya Bun, sebentar lagi Lana selesai.” Jawabku dari dalam kamar.
“Masuk dulu nak Putra, dengan siapa kemari?”
“Saya sendiri Tante, kebetulan Ibu sedang pergi berbelanja dahulu, Ia meminta saya untuk menjemput Lana.”
“Berangkat sekarang?” Tanyaku pada Putra disela-sela perbincangan kecilnya bersama Bunda.
Kamipun berangkat setelah berpamitan kepada Bunda.

Setibanya dirumah Putra, Ibunya menyambutku dengan hangat. Kulihat ibunya serta kedua sahabatku  Tita dan Icha, tengah asyik berbincang-bincang.
“Langsung pada tujuan anak-anak?”  Tanya Ibu Putra kepada kami. “Mari menuju dapur”, lanjutnya.
Ya, kami akan membuat kue ultah untuk salah satu sahabat kami, setidaknya itu yang mereka katakan padaku. Disela-sela pembuatan kue, kulihat Icha mendekati Putra yang sedang duduk diruang TV. Mereka kelihatan serasi satu sama lain. Hmm... mungkinkah yang Putra ceritakan padaku waktu itu, bahwa dia menyukai sahabatnya sejak mulai masuk SMP, maksudnya adalah Icha? Kenapa tidak pernah terfikirkan olehku sebelumnya? Bukankah sebentar lagi Icha ultah? Jadi Putra akan menyatakan perasaannya pada Icha pas hari ultahnya itu? Ah, kenapa aku ini, bukankah itu haknya? Kenapa aku harus ikut campur urusan mereka, bukankah kita...
“Duarrr!”
“Astagfirullah, Tita. Kaget tau!”. Protesku pada Tita.
“Lagian kamu, dari tadi bengong melulu. Lagi lihatin siapa sih?”
“Enggak. Bukan apa-apa.” Aku mencoba mengeles.
“Ciee... lagi ngelihatin Putra ya? Ayo, ngaku saja.” Goda Tita.
“Ada apa?” tanya Icha.
“Tidak ada apa-apa” jawabku sambil berusaha membekap mulut Tita supaya tidak menceritakan kejadian tadi.
“Anak-anak, kue nya sudah jadi.” 
Mendengar bahwa kue yang kami buat bersama sudah jadi, kamipun segera menghampiri Ibu Putra.
“Kalian pulangnya diantar Putra saja ya, perempuan tidak baik dijalan malam-malam sendiri” pinta ibunya Putra kepada kami..
“Tidak usah Tante, sebentar lagi saya dijemput kok. Biar Icha pulang bareng saya saja. Rumah kita kan searah, iya kan cha?”
“Iya tante, biar saya ikut Tita saja. Kebetulan rumah kami searah kok.” Icha membenarkan.
“Lana? Kamu diantar Putra saja ya? Bunda tidak menjemput kan?” kata Ibu Putra menawarkan.
Setelah berpamitan pada yang lain, akupun pulang bersama Putra. Sepanjang perjalanan kami habiskan dengan berdiam. Kurasakan ada yang aneh pada Putra. Tidak biasanya dia diam seperti ini, padaku tentunya.

Sesampainya dirumah...
“Makasih ojeknya ya Bang.” Candaku untuk meleburkan suasana.
“Sama-sama Lana.” Jawabnya sembari mengantarkanku sampai depan rumah.
“Aku masuk sekarang ya?” pamitku pada Putra. Saat aku hendak masuk rumah, tiba-tiba...
 “Lana?“ panggilnya.
“Ya?”
“Ehm.. ada yang harus aku katakan padamu.”
“Hm? Apa Put?”
“Lana, sebelumnya aku minta maaf. Aku tidak ada maksud ingin menghancurkan hubungan persahabatan kita atau bagaimana.” Jelasnya
“Putra? Maksudnya? Aku enggak ngerti.”
“Maaf, karena aku harus mengatakan ini padamu. Aku menyukaimu Lana, sejak pertama kali bertemu saat SMP dulu. Sampai sekarang, dan mungkin selamanya.”
Aku terdiam sejenak mendengar penuturan Putra.
“Lana? Aku mohon jangan marah padaku.” Kulihat matanya yang sayu serasa membujukku.
“Tapi, bukankah kamu sukanya sama Icha? Bukankah kamu akan menyatakan perasaanmu padanya pas dia ultah? Kue yang kita buat tadi untuk ultah Icha kan?” tanyaku meminta penjelasan.
“Lana sayang, kamu lupa ya? Besok hari ultah kamu kan?”
“Terus Icha bagaimana? Dia suka sama kamu kan? Tadi kalian terlihat serasi sekali.” Paparku cemburu.
“Aku sangat berterimakasih padanya karena dia dan Tita membantuku menyusun ini semuanya.” Jelasnya.
“Ah, kalian. Harusnya aku tahu dari awal.” 
“Maaf Lana, jadi?” tanyanya lagi.
“Aku, Akk...”
“Ssst... tidak perlu dijawab sekarang. Aku akan sabar menunggu. Perasaanku takkan berubah sampai kapanpun.”
“Putra...”
“Selamat ultah Lana sayang, aku sayang kamu. Aku pamit ya? Salam buat Bunda. Selamat tinggal Lana sayang.” Pamitnya.
“Apa maksudnya dengan selamat tinggal? Dasar Putra jelek.” Fikirku.
Malam itu semuanya terasa sangat indah. Putra, aku juga sayang kamu. Kataku dalam hati. Ketika aku sibuk dengan bayang-bayang Putra, tiba-tiba telepon genggamku berdering. Itu pasti Putra! Fikirku. Dan benar saja. Nomor telepon Putra tampil pada layar telepon genggamku, dengan cekatan aku mengangkat telepon itu.
“Halo?” kataku memulai pembicaraan.
“Ini Lana?” terdengar suara seseorang yang sedang menangis diujung telepon sana .
“Iya. Ini Tante ya? Putranya mana tan? Tante kenapa?” tanyaku khawatir.
“Lana sayang, kamu yang sabar ya. Putra kecelakaan Lana, setelah pulang dari rumahmu. Motornya bertabrakan dengan mobil. Putra tidak terselamatkan sayang. Kami sedang dirumah sakit sekarang.” Jelas Ibu Putra sambil menangis.
Seketika itu, tubuhku langsung lemas. Aku tidak sadarkan diri.
Esok harinya aku diantar Bunda pergi kerumah sakit. Disana telah ada Ibu Putra juga kedua sahabatku Tita dan Icha yang tengah menungguku. Kulihat sosok yang telah terbujur kaku diruang mayat. Aku tak kuasa menahan tangis, walaupun aku sudah berjanji tidak akan menangis dihadapannya. Maafkan aku Putra. Baru saja aku memimpikan masa depan indah kita. Ternyata Tuhan berkehendak lain. Namun satu hal yang harus kau tahu sayang, kau akan tetap berada disini, dihatiku, ibu juga sahabat-sahabatmu.  Selamat jalan sayang. Selamat jalan Putra..



by ink

Selasa, 18 Oktober 2011

hari H

tepatnya tiga tahun lalu, dia bilang tentang perasaannya sama aku. dan sekarang, tak terasa. semuanya udah kita rasain sama-sama.. luv u dear... moga kedepannya kita bisa lebih dewasa lagi, bisa lebih saling ngerti satu sama lain, tambah saling sayang, setia satu sama lain, and tentunya kita bisa langgeng. amin... i luv u dear, karena Alloh SWT.......

Senin, 17 Oktober 2011

H-1

gak kerasa, besok tepatnya tanggal 18 oktober 2011 kita pas 3tahun. banyak hal yang udah kita lalui sama-sama. senang, suka, sedih, duka,tawa,tangis,kesel,, dan semuanya. tapi gak tahu kenapa sekarang aku malah ngerasa pengen sendiri. lebih nyaman dengan jalani semuanya sendiri, kumpul bareng temen-temen, habisin waktu bareng keluarga, belajar, sekolah. hmmm... tapi apa ini beneran fikiran aku? yang mungkin tiap saat bisa aja berubah. hidup kan terus berlanjut, dan aku harus berfikir panjang kedepan. orientasi ke masa depan. gak ada yang tahu hidup kita bakalan gimana nantinya, hanya Tuhan yang tahu semuanya.. kita sebagai manusia hanya bisa berencana, berusaha, berdo'a, dan selebihnya biar Tuhan yang menentukan,
moga esok kan lebih baik... amin

lagu buat hari ini

terlalu singkat by sheila on seven


untaian rasa yang ku selipkan
semoga mampu tuk meluluhkan
hati pemilik senyum itu

berbagai cara akan ku coba
agar aku takkan kehilangan
pandangan dari senyum itu

dan disaat kukatakan jadi kekasihku
akan membuat kau jauh lebih hebat

reff:
percaya padaku
percaya padaku
jiwaku untukmu
hidup terlalu singkat
untuk kamu lewatkan
tanpa mencoba cintaku

Kamis, 06 Oktober 2011

pencetak rekor


Rekor Baru, Wanita Ini Pancing Lele Raksasa

Jum'at, 7 Oktober 2011, 02:29 WIB


Lele raksasa (Daily Mail-BPNS)


Tak mau bosan menunggu sang pacar memancing, Alexa Turness ikut-ikutan melempar kail di sungai. Siapa sangka, suatu saat aksi isengnya itu berujung ke peristiwa dramatis.

Bukan ikan biasa yang nyangkut di mata kailnya, tapi lele raksasa yang beratnya luar biasa: 97,5 kilogram. Ia jauh melampaui pacarnya, Kim Hamilton yang mengumpulkan ikan-ikan hingga seberat 85,7 kilogram.

Lele itu ia tangkap ketika berlibur di Spanyol. Perlu waktu setengah jam baginya berjuang menyeret lele itu ke daratan. Bagaimana tidak, lele itu besarnya 1,5 kali lipat dari tubuhnya. Panjangnya juga mencapai 2,55 meter.

Sang pacar dan pemandu wisata yang menemaninya memancing sampai ketakutan, khawatir lele itu akan menyeretnya ke dalam sungai.

Ini adalah ikan air tawar terbesar yang pernah ditangkap perempuan asal Inggris di mana pun di dunia. Ia melampaui rekor sebelumnya, meski hanya selisih setengah kilo.

Alexa dan pasangannya menghabiskan waktu seminggu untuk mengikuti Tur Lele di Sungai Segre di timur Spanyol. Lele raksasa itu ia tangkap di hari ketiga.

"Rahasia dari pencapaian saya adalah waktu yang tepat, dan tahu persis di mana ikan berada. Waktu paling tepat adalah pukul 11.30 malam," ujarnya.

Saat tertangkap, ikan raksasa itu, terus bergerak ke sana kemari, berontak. "Saat dia diam, aku menggulung benang dan menyeretnya," kata dia. Alexa mengaku perlu perjuangan berat untuk menariknya. "Saya hampir tersungkur ke tanah. Butuh waktu 30 menit, tapi aku tak mau menyerah," kata dia.

Namun, usahanya tak sia-sia. "Aku kagum ketika melihat betapa besar ikan itu," kata dia. Setelah ditimbang, diketahui beratnya 97,5 kilogram. 

Lalu diapakan ikan lele itu?

Alexa memutuskan untuk melepaskannya kembali ke habitatnya. Tentu saja setelah puas berfoto dengannnya. Alexa bahkan difoto berbaring dengan ikan yang ia tangkap.

Meski ikut senang dengan pencapaian Alexa, Kim Hamilton merasa kalah juga. "Itu adalah malam yang luar biasa, tapi sekarang saya harus menerima bahwa pasangan saya memiliki prestasi yang lebih besar dari saya, dan itu sulit untuk dilampaui,' ujar dia.

Dan Bennet, pemandu di Tur Lele, mengatakan, peristiwa itu sangat luar biasa. "Dia melakukan dengan sangat baik. Ikan tersebut juga tampak kelelahan saat ditarik ke daratan."

Rekor sebelumnya untuk ikan air tawar terbesar yang dipancing perempuan Inggris dipegang oleh Sheila Penfold, nenek berusia 56 dari Wandsworth, London Selatan. Beratnya 97 kilogram, juga dipancing di Spanyol. (Daily Mail-art)
• VIVAnews

mario maurer, aktor thailand

Mario Maurer lahir di Bangkok, Thailand.[1] Ia bersekolah di St. Dominic School, Bangkok, sebelum melanjutkan kuliah di Jurusan Seni Komunikasi Universitas Ramkhamhaeng.[2]

Mario berpidato dalam suatu acara pameran buku di Bangkok tahun 2008.
Mario mengawali kariernya sebagai peragawan dengan menjadi foto model, bintang iklan, dan bintang video klip saat ia masih berusia 16 tahun. Pada tahun 2007, ia bermain sebagai pemeran utama dalam film The Love of Siam yang disutradarai oleh Chukiat Sakweerakul.[3] Perannya sebagai "Tong" menuai banyak pujian dan langsung membuatnya populer, bahkan sampai keluar Thailand. Akan tetapi, dengan rendah diri ia berkata, "Saya tidak ingin melakukannya, bermain peran tidak ada dalam daftar pekerjaan saya." Ia memutuskan untuk membintangi film ini karena ia percaya dengan kualitas sutradaranya dan juga kesempatan berkarier yang akan semakin luas. Ia mengatakan bahwa penghasilannya akan digunakan untuk membantu keluarganya.[4]
Dalam suatu kesempatan, saat ditanya tentang adegan ciumannya dengan aktor Witwisit Hiranyawongkul dalam The Love of Siam, Maurer berkata, "Saya selalu gugup. Saya belum pernah mencium laki-laki dan mencium bukanlah sesuatu hal yang biasa kita lakukan setiap hari."[5] Maurer pernah dinominasikan dalam ajang Asian Film Awards sebagai Aktor Pendukung Terbaik untuk penampilannya dalam The Love of Siam, tetapi kalah dari Sun Hong-Lei yang membintangi film Mongol.[6] Ia berhasil meraih penghargaan sebagai Aktor Terbaik dalam kategori Film Asia Tenggara dalam ajang Cinemanila International Film Festival ke-10 tahun 2008 yang diselenggarakan di Manila, Filipina.
Ia juga memenangkan penghargaan sebagai Aktor Terbaik dari Starpics Thai Films Awards dan juga pernah dinominasikan dalam ajang Bangkok Critics Assembly and Star Entertainment Awards.[7]
Sutradara Bhandit Rittakol pernah menawari Maurer untuk membintangi film Boonchu 9, tetapi batal karena ia sedang terlibat dalam proyek lain.[8] Pada tahun 2008, ia muncul dalam film Friendship yang disutradarai oleh Chatchai Naksuriya. Film tersebut berlatar tahun 1983. Maurer berperan sebagai pasangan Apinya Sakuljaroensuk[9] yang masih duduk di kelas 12 SMA. Pada tahun yang sama, ia muncul dalam sebuah segmen yang berjudul Joob dalam film antologi empat cerita berjudul 4 Romance yang disutradarai oleh Rashane Limtrakul.[10]
Proyeknya setelah tahun 2008 antara lain membintangi film komedi-horor yang ditulis dan disutradarai oleh Yuthlert Sippapak, Buppha Reborn, yang rencananya akan dirilis pada bulan April 2009.[11]


foto--foto mario

Sabtu, 01 Oktober 2011

Sansiviera, Tanaman Hias Penyerap Ratusan Jenis Racun



Sebuah fakta menarik, bahwa Lembaga Penerbangan Antariksa AS (NASA) menanam ribuan sansevieria di dekat instalasi nuklirnya. Lokasi penanaman ini hanya berjarak sekitar 10-25 meter dari instalasi nuklir tersebut. Apabila suatu saat terjadi kebocoran, maka ribuan sansevieria tersebut akan meredamnya.
Ya, ternyata tanaman hias Sansevieria atau dikenal juga dengan sebutan Lidah Mertua adalah tanaman antipolutan dan juga penangkal radiasi.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Sanseveira mampu menyerap 107 jenis racun. Termasuk racun-racun yang terkandung dalam polusi udara (karbonmonoksida), racun rokok (nikotin), bahkan radiasi nuklir. Riset lainnya dapat disimpulkan bahwa untuk ruangan seluas 100 m3 cukup ditempatkan Sansevieria Lorentii dewasa berdaun 5 helai agar ruangan itu bebas polutan.
Ciri spesifik yang jarang ditemukan pada tanaman lain, diantaranya mampu hidup pada rentang suhu dan cahaya yang luas, sangat resisten terhadap gas udara yang berbahaya (polutan), bahkan mampu menyerapnya sehingga didaerah berlalulintas padat dan didalam ruangan yang penuh dengan asap nikotin dimanfaatkan sebagai antipolutan (air freshener). Sementara di Afrika getah Sansevieria dimanfaatkan sebagai antiracun ular dan serangga.
Sebagai tanaman hias sansevieria sangat mudah dirawat dan tidak membutuhkan banyak lahan. Sansiveria (lidah mertua) memang sering kita temui di pekarangan rumah di kampung-kampung, baik itu ditanam di di sekitar pagar maupun di dalam pot, tetapi mungkin kita belum banyak mengetahui akan salah satu fungsinya yang anti polutan dan radiasi, jadi bagi yang belum buruan kita tanam di rumah kita.
Berikut tanaman lain yang antipolutan:
- Paku Boston Nephrolepis exaltata Bostoniensis Penyerap paling ampuh
- Palem Chyrsalidocarpus lutescens Penyerap banyak polutan
- Palem bambu Chemaedorea seifrizii Formaldehid, benzena, Trichloroethylene, dan       Penguapan tinggi
- Karet hias Ficus robusta Formaldehid
- Dracaena  Draceana deremensis Formaldehid
- Ivy Hedera helix Formaldehid
- Palem phoenix  Phoenix roebelenii Xylene
- Lili air Spathiphyllum sp Alkohol, aseton, Formaldehid, Benzene, Trichloroethylene
- Dracaena Dracaena fragans massangeana Formaldehid
- Sirih Belanda Epipremnum aureum Formaldehid
- Paku Neprolepis obliterata Formaldehid, alkohol
- Krisan Chrysanthemum morifolium Formaldehid, benzene, Ammonia.
- Gerbera Gerbera jamesonii Transpirasi tinggi
- Dracaena Dracaena deremensis warneckei Benzene
- Dracaena Dracaena marginata Xylene dan Trichloroethylene
- Schefflera Brassaia actinophylla Formaldehid.
Di kalangan pencinta tanaman, nama Liliek Suharni (55) tentu tak lagi terdengar asing di telinga. Perempuan kelahiran Malang, 1 Mei 1955 itu, hingga kini gencar memasyarakatkan tanaman sansevieria atau dikenal juga dengan lidah mertua.
"Di mana-mana tanaman ini bisa ditemukan, tapi jarang ada orang yang mengerti mengenai khasiat tanaman sansevieria, mulai dari tanaman penyerap racun, pengurang radiasi komputer, televisi, dan telefon seluler, hingga bisa dibuat menjadi kerajinan tangan seperti tas," kata Liliek, ketika ditemui di Kantor Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kab. Bandung, beberapa waktu lalu.
Akan tetapi, musim hujan disertai banjir di kawasan Baleendah beberapa waktu lalu membuat Liliek harus melakukan penataan ulang terhadap greenhouse sansevieria miliknya. "Untungnya kebun saya tidak kebanjiran. Tetapi karena banjir itu, seluruh pegawai saya yang biasanya mengurus kebun jadi tidak masuk selama satu minggu penuh karena rumah mereka kebanjiran. Makanya tidak ada lagi yang merawat kebun," ucapnya.
Liliek sendiri tidak mengeluh terhadap keadaan itu. "Itu musibah, tetapi yang harus dipikirkan sekarang adalah bagaimana caranya mengelola kebun lagi karena budi daya sansevieria harus terus dilakukan mengingat manfaat yang bisa dihasilkan," kata perempuan lulusan S-2 Ekonomi Manajemen Universitas Padjadjaran itu.